Hening duniaku , Bunda
Dalam kehampaan hati
Ingin mengadukan dukaku
Ingin meneriakkan tangisku
Ingin mencurahkan kisahku
Aku anakmu yang gagal ini
Aku kalah, Bunda
Kalah bertarung melawan ego
Kalah berperang melawan sakit
Kalah menghadapi kemelut hidup
Kalah menahan api amarah
Aku juga gagal, Bunda
Gagal mencapai bintang berpijar
Gagal tunaikan tugasku sebagai anakmu
Gagal menyatakan diri jadi manusia sejati
Aku gagal menjadi seperti yang kau mau
Aku ingin memelukmu, Bunda
Namun itu tak bisa ku lakukan
Aku tak mau kau tahu sakitku
Aku tak mau kau tahu deritaku
Aku tak mau kau ikut menangisi takdirku
Aku tak ingin kau menderita karenaku
Bunda,
Teriring tangis dan piluku
Ku sempatkan sebut namamu
Dalam doa pengharapanku
Moga aku bisa setegar engkau
Dan kau tetap tersenyum menatapku
Tanpa perlu kau engkau tahu
Aku di sini dengan kegagalanku
Jumat, 22 Agustus 2014
Rabu, 16 Juli 2014
Dirimu Kini Berbeda
Dirimu Kini Berbeda – oleh Nurochmah Wati
Mengapa aku merasa
Dirimu kini berbeda
Tak seperti cahaya nyata
Yang bersinar selalu ada
Kau semakin jauh dari hatiku
Karena kesibukanmu menyita waktu
Terkadang hatiku tergerak cemburu
Berteriak menyuarakaan namamu
Mungkin aku terlalu khawatir
Pohon kan jatuh di sambar petir
Mungkin aku terlalu sayang
Hingga kau jauh, hati tak tenang
Baiklah. .
Aku akan kubur saja
Perasaan prasangka yang tak wajar
Hanya membuat lelah dan gelisah
Hingga waktu terasa lambat dan penat
Langganan:
Postingan (Atom)